Pencegahan DBD dengan #Ayo3MPlusVaksinDBD


Assalamualaikum Moms, bagaimana puasa kali ini? Semoga selalu dilancarkan ya ibadah puasanya. Yang terpenting kita semua harus dalam keadaan sehat selalu ya Moms, insyaAllah kalau sehat semua bisa dilakukan dengan baik.

Kalian merasa gak sih kalua cuaca akhir-akhir ini sedang tidak menentu, kadang hujan deras eh besoknya panas cetar membahana. Sedih banget deh aku, akhir-akhir ini banyak sekali mendengar kabar teman-teman banyak yang terkena demam berdarah dengue (DBD / dengue) dan harus sampai dirawat di Rumah Sakit ☹

Nah, bicara tentang DBD, seperti yang kita ketahui bahwa kasus demam berdarah dengue (DBD / dengue) masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat Indonesia hingga saat ini, hal ini dikarenakan DBD merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius dan dapat mengancam nyawa.

Penyakit DBD sendiri adalah penyakit yang diakibatkan oleh adanya gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sangat identik dengan musim hujan di daerah tropis atau subtropis.


Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2023 terdapat 114.435 kasus DBD di 465 Kab/Kota di 34 Provinsi dengan angka kematian mencapai 894 jiwa.

Semua orang di Indonesia berisiko terkena DBD tanpa melihat umur, di mana mereka tinggal, dan gaya hidup. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 143.226 kasus demam berdarah yang tercatat sepanjang tahun 2022, 39,04% nya merupakan golongan produktif dari rentang umur 15-44 tahun. Sementara pada anak, DBD merupakan penyebab kematian nomor enam tertinggi.

Oleh karena itu, sangat penting bagi seluruh golongan masyarakat produktif untuk tetap melakukan pencegahan DBD dengan komprehensif.

Berbagai upaya pencegahan yang dapat kita lakukan untuk menghambat atau menghentikan perkembang biakan nyamuk di sekitar lingkungan kita, salah satu caranya adalah dengan melakukan 3M Plus, yaitu :

  1. Menguras, merupakan kegiatan membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya. Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan yang menempel erat pada dinding tersebut. Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan.
  2. Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.
  3. Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), kita juga disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Yang dimaksudkan Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti berikut:

  • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
  • Menggunakan obat anti nyamuk
  • Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi
  • Gotong Royong membersihkan lingkungan
  • Periksa tempat-tempat penampungan air
  • Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup
  • Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras
  • Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk

Alhamdulillah pada Kamis, 21 Maret 2024 aku berkesempatan mengikuti acara Talkshow, dengan tema “Mengedukasi Masyarakat tentang pencegahan DBD dengan 3M Plus dan Vaksin DBD” #Ayo3MPlusVaksinDBD yang bertempat di Dian Ballroom, Rafflless Hotel Jakarta. Dengan menghadirkan narasumber, yaitu :

 

  1. Dr Imran Pambudi, MPHM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Ditjen P2P, Kementerian Kesehatan RI
  2. dr. Ngabila Salama, MKM, Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Tamansari Jakarta/Praktisi Kesehatan Masyarakat
  3. dr. Alvin Saputra, Praktisi Kesehatan Indonesia

 

Pada acara ini PT Takeda Innovative Medicines (”Takeda”) mengumumkan pencapaian yang luar biasa melalui penghargaan perunggu yang didapat dari ajang PR Indonesia Award 2024, kategori Program Corporate PR untuk Perusahaan Swasta. Penghargaan ini mengakui program corporate PR yang dijalankan oleh Takeda dalam kemitraan dengan Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pencegahan DBD di Indonesia sebagai serangkaian kegiatan yang komprehensif dan berdampak besar



Acara dimulai dengan sambutan oleh Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines,
Andreas Gutknecht, menyampaikan, “Kami sangat bangga untuk menerima penghargaan yang luar biasa dari PR Indonesia ini, sebagai pengakuan atas komitmen kuat kami bersama dengan Kementerian Kesehatan dalam memerangi DBD di Indonesia. Pencapaian ini menggarisbawahi dedikasi kami untuk membuat perbedaan nyata dalam kesehatan masyarakat, sesuai dengan keahlian kami. Hal ini tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya dukungan dan sambutan baik dari pihak-pihak terkait, di antaranya Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kesehatan, para mitra di dunia kesehatan, komunitas, serta masyarakat umum. Prestasi ini bukan hanya milik Takeda, tetapi juga milik semua pihak yang sudah dengan gigih melakukan pencegahan dan pengendalian DBD di Indonesia.



Dalam kesempatan yang sama, dr. Imran Pambudi, MPHM, menyatakan bahwa untuk mencapai target nol kematian akibat dengue di tahun 2030, diperlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat, “Sangat krusial untuk membangun sebuah sinergi yang kuat antara sektror publik, yaitu pemerintah, dan sektor swasta. Blueprint-nya sudah ada, yaitu Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021- 2025. Namun demikian, implementasi pengendalian dan pencegahan harus dilakukan di tingkat terkecil, yaitu keluarga. Semakin banyak keluarga bergerak, maka akan membantu kita mendekati target.

 

Dr. Imran menambahkan bahwa saat ini beberapa daerah telah menetapkan status Kondisi Luar Biasa (KLB) Dengue, “Implementasi 3M Plus masih memegang peran yang sangat krusial dalam pengendalian kasus DBD di Indonesia. Sampai dengan minggu ke-11 tahun 2024, terdapat 35.556 kasus DBD di Indonesia dengan 290 kematian. Di bulan Maret ini saja, beberapa daerah sudah menetapkan KLB, seperti Jepara, Enrekang, Kutai Barat, Lampung Timur, dan Kab Nagekeo. Oleh karena itu, pemerintah tidak pernah bosan untuk terus menekankan pentingnya 3M Plus, dan termasuk mempertimbangkan pencegahan inovatif seperti Wolbachia dan vaksin DBD.”

 

Untuk membentuk pondasi yang kuat, Takeda dan Kementerian Kesehatan menyusun program kerja bersama dan meluncurkan Kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD, yang bertujuan mengajak lebih banyak masyarakat untuk semakin memahami tentang DBD beserta tindak pencegahan, termasuk memberikan edukasi seputar upaya preventif yang inovatif, seperti Wolbachia dan vaksinasi. Kampanye ini kemudian diperkuat dengan berbagai serangkaian dialog, baik dengan para pembuat kebijakan, maupun komunitas sosial, untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan DBD di Indonesia.




Setelah pemaparan dari dr. Imran Pambudi, acara talkshow bersama dr. Ngabila dan dr. Alvin pun dimulai, dari talkshow tersebut bisa disimpulkan
bahwa demam berdarah bisa terjadi berulang. Semua orang berisiko terkena dengue tanpa memandang usia, di mana mereka tinggal, atau gaya hidup. Dan ternyata belum ada pengobatan yang khusus untuk demam berdarah dengue (DBD) ini ☹
 

Tapi jangan terlalu khawatir ya Moms, karna kita bisa mencegah DBD dengan Upaya #Ayo3MplusVaksinDBD.

 

Memang vaksin DBD ini belum banyak Masyarakat yang tahu, tapi saat ini sudah ada vaksin DBD yang bermanfaat untuk mencegah terkena DBD. Vaksin DBD yang saat ini tersedia di Indonesia bisa didapatkan untuk usia mulai dari 6 hingga 45 tahun. Konsultasikan dengan tenaga Kesehatan untuk mendapatkan perlindungan yang menyeluruh dari DBD melalui vaksinasi, dan cari tahu informasi sebanyak-banyaknya agar kita dan orang-orang terkasih dapat terlindungi dari bahaya DBD yang mengancam jiwa. 


Nah, sebagai seorang ibu yang bijak, yuk kita lakukan Vaksin DBD guna untuk melindungi diri beserta keluarga tersayang dari penyakit DBD. Karna Vaksin dapat menunjang produktivitas.

Tidak ada komentar

Posting Komentar