Produk Baru Nuby "All Silicone Dipeez Spoon" yang Bikin Gemes

Hai hai hai..


Hi, I'm New!!! "All Silicone Dipeez Spoon" from Nuby Indonesia





Hari Minggu lalu tanggal 15 Maret 2020, Saya menghadiri event Mothershare 2.0 bersama @momacademy.id dan @mothersonmission.id "Mom Kece Jago Ngeblog" di Hotel Neo Kebayoran. Dengan Narasumber Teh @ani.berta yang membagikan ilmu tentang mengoptimasi Blog untuk menjemput peluang.


Di event ini Mas Fahmi dari Nuby Indonesia pun hadir dan menjelaskan tentang produk baru yang bikin gemes ini.




Tentang Nuby

" Nuby adalah produk baby yang berasal dari USA sejak Tahun 1970-an. Nuby di distribusikan di lebih dari 155 negara di seluruh dunia dan telah dicintai oleh jutaan bayi dan keluarga di seluruh dunia selama 35 tahun terkahir. Merek Nuby mencakup feeding (memberi makan), weaning (menyapih), soothing , play (bermain), bath (mandi) and nursery (mengasuh anak) dan menawarkan inovasi yang dipatenkan di semua kategorinya."




Nah, kali ini aku mau menginfokan sedikit tentang produk baru dari Nuby yaitu "All Silicone Dipeez Spoon"




• Dipeez Spoon ini tersedia dalam 2 warna yaitu Biru (untuk boys) dan Pink (untuk girls)
warna nya cantik dan sangat menarik yah, bisa merangsang anak untuk semangat memulai makan.




• Terdapat dua sisi sendok. Kedua ujung sendok dapat digunakan untuk melatih dan mendukung anak agar dapat memulai makan sendiri 

• Bagian sendok yang bertekstur juga bisa dijadikan teether lho Moms, yang bisa digunakan pada bayi yang sedang berada dalam proses tumbuh gigi, untuk mengurangi rasa sakit di gusi.

• Kedua ujung terdapat pelindung anti sedak atau protektor untuk mencegah si kecil tersedak atau  kelebihan makanan yang masuk kedalam mulutnya.




• Terbuat dari 100% Silicon yang lembut sehingga mudah digenggam oleh tangan mungil si kecil.

• BPA FREE sehingga sangat aman untuk digunakan.

• Ukuran : 14cm x 5 cm x 4 cm.


• Dan tentunya sendok ini dapat disterilisasi loh, pokoknya Microwave Safe, Dishwasher Safe, Oven safe (up to 180 degrees centigrade).




Mengajarkan si kecil untuk makan sendiri itu memang penting Moms, Tapi kita harus tetap mengawasi nya yah. Nah, ada 4 hal yang harus kita perhatikan nih Moms untuk menghindari si kecil tersedak, yaitu :

  • Porsi dan suapan. Jangan memberikan porsi suapan yang terlalu banyak, pilihlah sendok yang nyaman dan pas masuk ke mulut si kecil.
  • Ukuran makanan. Jangan sajikan makanan dalam ukuran besar atau kecil, sesuaikan dengan kemampuan makan si kecil.
  • Bentuk makanan. Perhatikan bentuk makanan, potong dalam bentuk bulat atau panjang.
  • Tekstur makanan. Jangan memberikan makanan yang terlalu kental dan keras, berikanlah makanan yang mudah dilumat si kecil.

Nah Moms, seperti itu penjelasan tentang produk Dipeez Spoon ini. Jadi cocok banget khan untuk Moms yang mempunyai anak usia mulai belajar makan.




Nuby Wash Toss Cups with Lids & Straw

Di dalam goodie bag event kemarin ada juga nih produk Nuby lainnya, aku dapat produk Nuby Wash Toss Cups with Lids & Straw.




  • 1 pack ini isinya ada 3 gelas yang dilengkapi tutup dan sedotan.
  • Bisa digunakan si kecil sejak usia 12m+. Cocok untuk anak yang sedang memulai belajar minum tanpa menggunakan botol dot.
  • Volume gelas bisa di isi air minum sebanyak 300ml.
  • Pilihan warna dan motifnya random setiap pack-nya namun sudah disesuaikan, terdapat pilihan gambar untuk anak laki-laki dan anak perempuan.
  • BPA free sehingga sangat aman untuk digunakan berkali-kali, 


Nah Moms, untuk kalian yang ingin membeli produk Nuby. Moms bisa beli di Mothercare dan ecommerce seperti Tokopedia (Nuby Official Store) dan Shopee (Nuby Indonesia Official Shop).




Follow Medsos Nuby Indonesia yuk untuk info selengkapnya.

Facebook : Nuby Indonesia
Instagram : @nubyindo

Waspada DBD di Musim Penghujan



Indonesia telah memasuki musim hujan. Hal yang paling diwaspadai di musim hujan seperti ini adalah keberadaan nyamuk sebagai pembawa penyakit, di antaranya demam berdarah dengue (DBD).

Disaat musim hujan, kondisi dimana sistem imunitas anak menurun. Kita sebagai orang tua harus sigap dan sangat mewaspadai penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk betina dari jenis Aedes aegypti ini. 

Dari artikel Panduan Bunda tentang Gejala DBD yang saya baca, kita harus mengetahui dan mewaspadai gejala DBD ringan berikut ini:




  • Anak mengalami demam tanpa diikuti dengan gejala tertentu, biasanya demam yang dialami adalah demam tinggi, hingga 40° Celcius. 
  • Pusing atau sakit kepala yang parah. 
  • Terjadi nyeri pada bagian bekalang mata. 
  • Terjadi nyeri pada tulang, otot, serta sendi.
  • Mual dan muntah. 
  • Munculnya bintik merah (ruam) pada sekujur tubuh.

Selain mengetahui gejala DBD ringan, kita juga harus mengetahui gejala DBD parah agar kita dapat segera mengenali dan melakukan tindakan. 

Beberapa gejala DBD parah adalah:
  • Munculnya gejala yang sama seperti DBD ringan
  • Anak mengalami mimisan serta muntah darah berwarna hitam yang diakibatkan oleh bocornya pembuluh darah dan penurunan jumlah trombosit secara drastis.



Setelah kita mengetahui gejala-gejala dari DBD, kita juga harus mengetahui bagaimana penanganan yang tepat. 

Pastikan untuk segera membawa anak yang mengalami gejala DBD ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan darah dan memastikan diagnosis yang tepat. Meski sebenarnya penyakit DBD tidak memiliki penanganan khusus, tingkat keparahan gejala dapat dibantu oleh dokter, demikian pula dengan peningkatan sistem imunitas untuk melawan virus DBD. 

Beberapa caranya adalah:
  • Pastikan anak mengonsumsi obat paracetamol, TERMOREX sebagai langkah awal terhadap demam. 
  • Menurunkan demam pada anak bisa dilakukan dengan cara kompres pada dahi anak. 
  • Anak harus dipastikan mendapat istirahat yang cukup. 
  • Untuk mencegah dehidrasi, pastikan anak mendapatkan cairan yang mencukupi. 
  • Pertahankan kondisi kesehatannya dengan memberikan makanan yang kaya nutrisi. 


Itulah beberapa gejala DBD pada anak yang harus kita waspadai.  Serta solusi bagaimana penanganan yang tepat atasi gejala tersebut. 




Kunjungi media sosial Panduan Bunda untuk lebih lanjut lagi yuk 
Facebook    : Panduan Bunda
Instagram   : @panduanbunda
Twitter        : @panduanbunda




____Semoga Bermanfaat ____

Penambahan Asupan Serat Harian Bantu Perbaiki Kesehatan Pencernaan Anak

Hai Semuanya.. 


Hari Rabu kemarin tanggal 4 Maret 2020, Saya beserta Teman Blogger lainnya mengikuti acara Bicara Gizi dengan tema Peranan Serat untuk Dukung Kesehatan Pencernaan Anak bersama narasumber Prof. dr. Badriul Hegar, Ph.D, Sp.A(K) selaku Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, serta hadir juga pasangan selebriti yakni Tarra budiman & Gya Sadiqah.




Acara dimulai dengan pembukaan oleh Bapak Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia. menurut Beliau Terpenuhinya kebutuhan nutrisi pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan dan seterusnya merupakan kunci tumbuh kembang anak yang optimal. Salah satu faktor penting yang perlu menjadi perhatian orangtua adalah cara menjaga kesehatan saluran cerna si Kecil yang dapat berpengaruh pada penyerapan nutrisinya.




Tahukah Moms faktanya sebanyak 1 dari 3 anak mengalami indikasi awal konstipasi (sulit atau jarang BAB selama minimal 2 minggu) yang dapat menunjukkan adanya gangguan pada kesehatan saluran cerna anak.

Permasalahan pencernaan lain selain Konstipasi adalah Diare, yang merupakan penyebab kematian No. 2 di Indonesia pada anak umur 1-5 Tahun.
Oleh karena itu, kita sebagai orangtua perlu lebih mencermati kecukupan serat harian anak.




Menurut Prof. dr. Badriul Hegar asupan serat yang cukup telah teruji secara klinis dapat membantu mengurangi gejala gangguan buang air besar. Ini terjadi karena serat dapat membantu menyerap air di usus besar, memperbesar volume dan melunakkan konsistensi feses, mempercepat pembuangan sisa makanan dari usus besar, hingga menstimulasi saraf pada rektum agar anak memiliki keinginan untuk BAB.




Tanda anak mengalami Konstipasi :
  • Frekuensi BAB <3 kali dalam seminggu
  • Konsistensi feses keras
  • Menunjukkan gejala mengejan dan tidak tuntas
  • Harus mengeluarkan tinja secara manual


Kondisi ini tidak dapat diremehkan karena terganggunya kesehatan saluran pencernaan anak dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas kesehatan anak di masa depan. Untuk itu, orangtua perlu mencermati kesehatan saluran pencernaan anak antara lain, salah satunya dengan memperhatikan kecukupan konsumsi serat harian si Kecil.




Fakta dari potret asupan serat anak umur 2-3 tahun di Jakarta bahwa 9 dari 10 anak kekurangan asupan serat. Rata-rata konsumsi serat anak di Jakarta hanya 4,7 gram per hari. Jumlah tersebut jauh di bawah angka kecukupan Gizi (AKG 2013) sebanyak 16 gram per hari.



Intervensi penambahan serat, meski hanya sebesar 7 gram selama 2 bulan terlihat dapat memperbaiki pola defekasi secara signifikan pada 74% anak anak tersebut pada 2 minggu pertama dan mencapai 90% setelah 2 bulan.

Manfaat serat bagi pencernaan anak :
  • Membantu menyerap air di usus besar
  • Memperbesar volume feses
  • Melunakkan konsistensi feses
  • Mempercepat waktu transit di usus besar
  • Menstimulasi saraf pada rektum agar anak memiliki keinginan untuk BAB




Tarra Budiman & Gya Sadiqah ikut berbagi pengalaman ketika sang anak sempat mengalami masalah pencernaan. “Sebagai orangtua, kami sering khawatir apabila Kalea mengalami gangguan pada pola BAB. Dengan mengikuti acara ini, kami baru sadar kalau ternyata menu makanan, seperti asupan serat, dapat mempengaruhi kesehatan saluran cernanya. Tantangan bagi orangtua seperti kami adalah seringkali kesulitan untuk mengetahui apakah Kalea sudah mengkonsumsi serat yang cukup.”




Nah, untuk membantu orangtua memastikan kecukupan serat anak, Danone Specialized Nutrition Indonesia meluncurkan inovasi terbaru yaitu fitur Fibre O Meter pada kanal Bebeclub (https://bebeclub.co.id/fibre-o-meter). Fitur ini dapat digunakan orangtua untuk menghitung dan memastikan asupan serat harian anak telah terpenuhi. 




“Orangtua dapat secara aktif memantau kecukupan serat harian anak dengan mudah melalui fitur Fibre O Meter ini. Dengan cara memasukkan riwayat menu makanan dan minuman yang telah dikonsumsi si Kecil dalam satu hari, Fibre O Meter akan membantu memberikan gambaran akan pemenuhan serat si Kecil dan mendeteksi apakah anak mengalami kekurangan serat.” kata Desytha Utami, External Communications Manager for Specialized Nutrition Danone Indonesia.



### Eka Suaryanti ###