Waspada DBD di Musim Penghujan



Indonesia telah memasuki musim hujan. Hal yang paling diwaspadai di musim hujan seperti ini adalah keberadaan nyamuk sebagai pembawa penyakit, di antaranya demam berdarah dengue (DBD).

Disaat musim hujan, kondisi dimana sistem imunitas anak menurun. Kita sebagai orang tua harus sigap dan sangat mewaspadai penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk betina dari jenis Aedes aegypti ini. 

Dari artikel Panduan Bunda tentang Gejala DBD yang saya baca, kita harus mengetahui dan mewaspadai gejala DBD ringan berikut ini:




  • Anak mengalami demam tanpa diikuti dengan gejala tertentu, biasanya demam yang dialami adalah demam tinggi, hingga 40° Celcius. 
  • Pusing atau sakit kepala yang parah. 
  • Terjadi nyeri pada bagian bekalang mata. 
  • Terjadi nyeri pada tulang, otot, serta sendi.
  • Mual dan muntah. 
  • Munculnya bintik merah (ruam) pada sekujur tubuh.

Selain mengetahui gejala DBD ringan, kita juga harus mengetahui gejala DBD parah agar kita dapat segera mengenali dan melakukan tindakan. 

Beberapa gejala DBD parah adalah:
  • Munculnya gejala yang sama seperti DBD ringan
  • Anak mengalami mimisan serta muntah darah berwarna hitam yang diakibatkan oleh bocornya pembuluh darah dan penurunan jumlah trombosit secara drastis.



Setelah kita mengetahui gejala-gejala dari DBD, kita juga harus mengetahui bagaimana penanganan yang tepat. 

Pastikan untuk segera membawa anak yang mengalami gejala DBD ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan darah dan memastikan diagnosis yang tepat. Meski sebenarnya penyakit DBD tidak memiliki penanganan khusus, tingkat keparahan gejala dapat dibantu oleh dokter, demikian pula dengan peningkatan sistem imunitas untuk melawan virus DBD. 

Beberapa caranya adalah:
  • Pastikan anak mengonsumsi obat paracetamol, TERMOREX sebagai langkah awal terhadap demam. 
  • Menurunkan demam pada anak bisa dilakukan dengan cara kompres pada dahi anak. 
  • Anak harus dipastikan mendapat istirahat yang cukup. 
  • Untuk mencegah dehidrasi, pastikan anak mendapatkan cairan yang mencukupi. 
  • Pertahankan kondisi kesehatannya dengan memberikan makanan yang kaya nutrisi. 


Itulah beberapa gejala DBD pada anak yang harus kita waspadai.  Serta solusi bagaimana penanganan yang tepat atasi gejala tersebut. 




Kunjungi media sosial Panduan Bunda untuk lebih lanjut lagi yuk 
Facebook    : Panduan Bunda
Instagram   : @panduanbunda
Twitter        : @panduanbunda




____Semoga Bermanfaat ____

12 komentar

  1. semoga kita dijauhkan dari dbd ya bun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Iya bun, jauh2 deh kita dr dbd 🙏

      Hapus
  2. Waahh.jadi tau gejala DBD dan penanganannya nii..
    Makasih infonya Bun..

    BalasHapus
  3. Smoga kita dijauhkan dari penyakit y mom, pola hidup sehat harus diterapkan tiap hari

    BalasHapus
  4. Panduan Bunda emang bantu mom buat ga panik, aku langganan baca

    BalasHapus
  5. Makasih infonya, Bunda. Penting banget nih, mengingat tingkat penderita DBD di Indonesia tiap tahunnya selalu tinggi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa Mom betul banget. Makanya kita musti jaga keluarga kita dr dbd

      Hapus
  6. Tetap waspada dan berdoa semoga kita selalu diberi kesehatan ya..

    BalasHapus